ciri ciri domba garut betina yang bagus

Berikutadalah hadits-hadits shahih tentang amalan-amalan yang oleh kebanyakan orang dianggap sepele namun karena keimanan dan tauhid yang bersih dari pelakunya serta keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya, amal yang sepele itu mampu mengantarkannya menggapai jannah (surga). Sedangkandomba betina memiliki berat antara 30-50 kg. Ciri fisik Domba Garut jantan yaitu bertanduk, berleher besar dan kuat, dengan corak warna putih, hitam, cokelat atau campuran ketiganya. Ciri domba betina adalah dominan tidak bertanduk, kalaupun bertanduk ukurannya kecil dengan corak warna yang serupa domba jantan. DombaEkor Gemuk (DEG) dikenal juga dengan domba kibas. Domba ekor gemuk adalah domba yang berasal dari Afrika Selatan. Ciri - ciri fisiknya antara lain ukuran tubuh lebih besar, bulunya putih dan kasar, ekor yang besar karena timbunan lemak dan bobot maksimal dapat mencapai 60 kg. kedua jenis, baik jantan atau betina tidak memiliki tanduk. 9 Domba Komposit Garut. Domba ini merupakan domba unggul hasil persilangan Garut 50%, St Croix 25% dan Moulton Charolais 25%. Ciri-cirinya komposit Garut: mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis. Dapat beranak sepanjang tahun. Laju pertumbuhan tinggi dengan jumlah anak sekelahiran tidak berbeda dengan domba lokal (2.1 ekor/induk). CiriCiri Domba Garut: Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi panjang. Bulunya panjang dan kasar Tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar, ini adalah modal utama dalam seni ketangkasan domba. Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan Phrase De Profil Site De Rencontre. Indonesia kaya akan plasma nutfah ternak, mulai dari sapi, kerbau, kambing hingga domba. Dari jenis sapi kita mengenal ada sapi Madura, sapi Bali, Sapi Aceh yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia. Sedangkan dari jenis kambing kita kenal ada kambing kacang dan kambing gibas, dari jenis domba ada domba garut dan domba sapudi. Domba garut memang bukan plasma nutfah asli Indonesia karena sudah merupakan domba doma asli Indonesia, domba merino dan domba ekor gemuk. Hasil persilangan ini sekarang dikenal dengan sebutan domba priangan atau domba Domba GarutKeunggulan dan Ciri-ciri Domba GarutDomba Garut mempunyai badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 ciri domba garut jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir pada ciri khusus domba betina adalah tidak memiliki pendek dan pangkalnya agak besar gemuk.Domba Garut memiliki Leher yang telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang yang terletak dibelakang pangkal Priangan atau domba garut ini mempunyai bulu yang lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna Garut sudah lama dikenal sebagai jenis domba yang baik untuk penghasil daging. Khusus untuk ciri-ciri domba garut betina adalah moka propil, telinga kecil, tidak bertanduk ada sebagian domba betina yang bertanduk sendikit, bulu laken, badan besar, bulu perutnya tipis. Sedangkan domba garut betina sayur atu pedaging memiliki ciri-ciri tidak produktif lagi dan hanya pedaging. Domba betina di buatkan program untuk pembibitan. Program kelahiran dalam waktu 150 hari atau 5 bulan masah kebuntingan. Biasanya jumlah anak 1-4 ekor dengan berat badan 3-5kg. Pemisahan anak dan induk dilakukan setelah usia anak 5 Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba yang di daerah Bayongbong Garut. Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Domba ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Domba Garut, yang dikenal juga dengan sebutan domba prianganUpaya Pelestarian Dan Pengembangan Domba Garut Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan, populasi ternak domba saat ini mencapai angka ekor. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang belum mencapai angka Siapa yang tak kenal dengan Domba Garut? Ternak kecil dengan tanduknya yang khas ini banyak kita jumpai di Kabupaten Garut Jawa Barat. Selain diambil daging, kulit dan bulunya, domba Garut dijadikan sebagai komoditas unggulan serta menjadi kebanggaan nasional. Asal – Usul Domba Garut Domba Garut sendiri pada awalnya berasal dari domba Merino dan Kaapstad yang masuk ke wilayah Priangan dibawa oleh pengusaha teh KF Holle, yang menernakkan domba itu pertama kali pada 1864. Tak berselang lama, domba impor itu pun menyebar di kalangan penghobi domba, antara lain Bupati Garut Suryakarta Legawa 1915-1929. Adapun domba lokal yang disilangkan dengan domba impor itu berasal dari Kampung Cibuluh, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan. Dalam bahasa Latin domba Garut disebut Ovis aries. Ciri – Ciri Domba Garut Beberapa orang mungkin masih bingung untuk membedakan domba Garut dengan domba lainnya. Dapat kita lihat beberapa ciri-ciri domba Garut yang membedakan dengan domba lainnya berikut ini Berat badan domba jantan dapat hidup 60 – 80 kg, berat domba betina 30 – 40 kg Daun telinga relatif kecil dan kokoh, bentuk telinga rumpung sampai ngadaun hiris 4-8 cm. Berbulu lebih panjang dengan warna bulu beragam putih, hitam dan coklat atau warna campuran. Domba betina tidak bertanduk, walaupun bertanduk ukurannya kecil sedangkan domba jantan bertanduk besar, kokoh kuat dan melingkar. Kepala pendek, dahi sedikit lebar, bentuk kepala cembung Ekor berbentuk segitiga terbalik dengan timbunan lemak pada pangkal ekor dan mengecil pada bagian bawah Berbadan besar, lebar serta kuat. Keunggulan Domba Garut Domba Garut memiliki postur tubuh yang besar dan tegap bila kita bandingkan dengan domba lainnya, penampilan tanduknya sangat beraneka ragam, cantik dan bisa dibentuk menurut selera tuannya. Dan yang terpenting tentu saja sifatnya yang “temperamental” khas domba laga. Domba Garut cukup tanggap terhadap manajemen pemeliharaan yang baik dibandingkan domba lokal dan bangsa domba lain yang ada di Indonesia. Banyak keunggulan dari domba Garut, selain terkenal sebagai domba ketangkasan, domba Garut merupakan ternak eksotik. Penampilan fisiknya menawan berperawakan tinggi kekar, bulu dengan berbagai corak, tanduk yang khas memberikan kepuasan batin pemiliknya. Sehingga tidak aneh harga domba Garut jantan berkualitas bisa mencapai 10 juta, bahkan sampai ratusan Garut merupakan domba tropis yang dapat beranak lebih dari dua ekor dalam satu siklus kelahiran. Ini sangat menguntungkan bagi peternak, karena dalam periode satu tahun, domba Garut dapat mengalami dua siklus kelahiran. Keunggulan lain dari domba Garut yaitu kualitas dagingnya ternyata memiliki nilai gizi yang cukup baik dibandingkan daging kambing. Selain itu kulit domba Garut termasuk salah satu terbaik di dunia kualitasnya. Biasanya kulit domba Garut dijadikan bahan baku pembuatan jaket. Kotoran domba Garut pun memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk pertanian. Dengan cara digiling dan proses fermentasi, kotoran domba Garut menjadi pupuk organik untuk segala macam tanaman. Sehingga integrasi peternakan domba Garut dengan pertanian, dua hal yang sangat menguntungkan simbiosis mutualisme. Kelemahan Domba Garut Kerangka tubuh yang kecil sehingga bobot anakannya pun kecil. Produksi susu kecil. Jika sulit dijual kurang terawat atau sakit harga domba Garut nyaris sejajar dengan harga domba sayur. yaitu berkisar Rp 3 juta sampai 5 jutaan. Tips Budidaya Domba Garut Untuk memeihara domba Garut dengan baik, nah berikut ini ialah cara beternak yang bisa peternak lakukan. A. Tahap Persiapan Dalam teknik budidaya domba Garut tidak bisa dipungkiri bahwa peternak perlu menyiapkan kandang yang baik dan sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan domba tersebut. Kandang dibuat dengan kuat sehingga bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Ukuran kandang juga harus disesuaikan dengan jumlah ternak yang dipelihara, kandang harus bersih mendapatkan sinar matahari pagi dan mempunyai sirkulasi udara yang cukup. Ada baiknya kandang dibuat lebih tinggi untuk menghindari kebanjiran. Ada beberapa kandang yang harus dipersiapkan sesuai dengan fungsi kandang itu sendiri. Selain itu ada beberapa tipe dan model kandang yang bisa dipilih sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. B. Tahap Pembibitan Tidak bisa dipungkiri bahwa cara budidaya domba Garut yang sempurna tidak akan menghasilkan domba dengan kualitas tinggi jika bibit domba tidka dipilih dengan seksama. Peternak harus memilih domba yang sehat dan bebas hama penyakit. Bibit domba tersebut ebrasal dari induk dengan kesuburan dan kelahiran yang tinggi. Selain itu persentase karakas dan kecepatan pertumbuhan juga harus dipastikan baik. Oleh karena itu pembibitan harus diperhatikan secara seksama mulai dari pemilihan induk, proses perkawinan dan proses kelahiran. C. Tahap Pemeliharaan Beberapa peternak memilih untuk melakukan pembesaran domba Garut saja karena tidak mau pusing dengan proses pembibitan yang acap kali rumit untuk mendapatkan bibit yang benar-benar unggul. Untuk itu teknik beternak domba Garut secara detail harus dilakukan termasuk hal-hal kecil tetapi penting seperti menjaga kebersihan kandang. Kandang dibersihkan satu kali dalam seminggu sementara tempat makan dan minum perlu dibersihkan setiap hari. D. Perawatan Ternak Dewasa Sebagai cara beternak domba Garut yang benar, ada beberapa teknik perawatan yang harus dilakukan pada domba dewasa. Domba perlu dimandikan secara rutin paling tidak satu minggu satu kali dengan menggunakan sikat dan sabun kemudian dikeringkan dibawah terik matahari pagi. Pencukuran bulu dilakukan paling tidak enam bulan sekali dengan sisa cukuran sepanjang Kuku domba perlu pula dipotong minimal 4 bulan sekali. E. Pakan Domba Garut Untuk pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan domba perlu dilakukan seksama agar kebutuhan gizi termasuk vitamin, mineral, air, protein, lemak dan karbohidrat terpenuhi dengan sempurna. Ada empat golongan pakan domba yakni rumput-rumputan rumput gajah, rumput alam dan sebagainya, kacang-kacangan daun lamtoro, daun kacang-kacangan dan lain-lain, hasil limbah pertanian daun pisang, daun jagung, daung nangka dan sejenisnya dan makanan penguat atau konsentrat bekatul, ampas tahu dan lain-lain. F. Kombinasi Pakan Campuran pakan dari bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan tingkatan umur domba. Ternak dewasa sebaiknya diberikan pakan rumput dan daun dengan perbandingan 3 1 sementara induk bunting memerlukan pakan rumput dan daun dengan perbandingan 3 2 ditambah 2 – 3 gelas menyusui perlu diberi pakan rumput dan daun dengan perbandingan 1 1 dengan tambahan 2 – 3 gelas konsentrat. Sementara itu anak yang belum sapih diberi pakan rumput dan daun 1 1 dan anak lepas sapih diberi pakan rumput dan daun 3 2 ditambah 0,5 – 1 gelas konsentrat. Pengembangan penyediaan protein hewani yang berasal dari ternak pedaging perlu mendapat perhatian karena permintaan daging di dalam negeri sampai saat ini belum dapat dipenuhi. Peternakan domba sangat berpotensi untuk dikembangkan. Domba Garut sebagai salah satu pemasok daging domba di Inodonesia masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Selain daging yang dimanfaatkan, ketangkasan domba Garut dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan sebagai salah satu kebanggaan nasional. Baca juga artikel kami 10 Catering Aqiqah Jogja dengan Harga Terbaik Sumber Y. 2010. Petunjuk Teknis Budidaya Ternak Domba. Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian BPPT Jawa Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Hal 7Heriyadi, M. Rukmitasari, 2002. Sertifikasi Bibit Domba Garut. Laporan Penelitian. Kerjasama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia HPDKI Jawa Barat. Bandung Assalamualaikum artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang ciri-ciri domba garut sehat dan baik. Pembahasan kali ini termasuk hal yang sangat penting untuk anda khususnya yang mau beternak atau membeli domba garut Karena banyaknya orang yang menjual domba garut dalam keadaan sakit tetapi mereka mengatakan pada pembeli bahwa domba garut tersebut sehat. Bagi anda yang ingin membeli atau ingin beternak domba garut semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu anda untuk bisa membedakan perbedaan antara domba garut yang sehat dan yang Domba GarutSebelum kita membahas lebih dalam tentang ciri-cirinya maka kita harus mengetahui terlebih dahulu asal muasal domba garut ini. Domba garut merupakan domba lokal hasil persilangan antara domba ekor gemuk dan domba marino. Domba garut ini mulai dibentuk pada pertengahan abad 19. Domba garut memiliki ciri-ciri khas yaitu tanduk yang melingkar di turunkan jenis domba marino tapi domba marino tidak memiliki insting beradu. Karena itu insting beradunya berasal dari jenis domba berekor mengetahui domba garut itu sehat dan baik bisa dilahat dari beberapa perbedaan yang terjadi pada anggota badannyaMata. domba garut sehat dan baik memiliki mata bersinar dan jernih. Sementar apabila domba garut tersebut memiliki mata merah dan terdapat seperti cacing dimatanya berarti domba garut tersebut tidak tubuh standar. Domba garut tersebut memiliki tubuh yang standar diantaranya untuk domba garut jantan memiliki bobot tubuh minimum 57,74 kg dan untuk domba garut betina memiliki bobot tubuh minimum 36,98 makan tinggi. Selain memiliki mata yang jernih dan berat tubuh yang standar, domba garut sehat dan baik juga bisa dilihat dari nafsu makannya. apabila nafsu makannya sesuai dengan standar maka domba garut tersebut berarti sehat namun sebaliknya apabila nafsu makan domba garut tersebut berkurang berarti itu salah satu tanda bahwa domba garut tersebut lincah. Selain memiliki ciri-ciri di atas domba garut yang sehat dan baik juga memiliki gerakan yang lincah berbeda dengan domba garut yang sakit biasanya selain nafsu makannya berkurang juga gerakannya tidak lincah atau loyo. Dan ketika berdiri tidak normal dan tidak terlalu lama karena domba tersebut merasa seluruh badannya terasa ciri-ciri domba garut sehat dan baik yang harus kita ketahui. Dan untuk anda yang ingin beternak atau membeli domba garut harus mengetahui hal-hal karena itu, pastikan anda membeli domba garut di tempat yang terpercaya yaitu di Filaha kunjungi kami di siniDemikian artikel dari kami semoga bermanfaat. Domba garut tentunya berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama ovis aries, karena berasal dari campuran perkawinan antara lokal dengan jenis capstaad dari Afrika Selatan dan jenis merino dari Australia hingga menghasilkan jenis ini yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Garut hingga seluruh Indonesia yang dikenal dengan nama capstaad ternyata sudah ada lebih dulu di Garut, sehingga untuk jenis merino baru didatangkan ke Garut pada abad ke-19 dan dari ketiga jenis itulah awal mulanya lahir varietas baru yang kemudian menjadi ciri khas kota Garut hingga saat untuk mengenalnya lebih dalam Ovis aries dari Garut ini bisa simak penjelasan berikut, karena masih banyak orang tidak mengetahui tentang domba Garut itu. Maka simak penjelasan berikut!Jenis Ovis aries yang memiliki bentuk umum pada tubuhnya relative besar dan berbentuk persegi panjang, selain itu memiliki bulu yang panjang serta kasar dengan tanduk pada jantan cukup besar hingga kuat ini akan menjadi modal utama dalam seni ketangkasan dan untuk berat badannya dapat mencapai 40 sampai 80 kedalam jenis Ovis aries terbaik dengan ciri lain yang terdapat pada bentuk ekor segitiga dan bagian pangkal lebar, selain itu bagian tersebut mengecil ke arah ujung ngabuntut beurit atau ngabuntut bagong, dahi sedikit lebar, kepala pendek , profil sedikit cembung, bermata kecil, tapi memiliki tanduk besar dan melingkar ke belakang untuk yang bisa ditemukan pada untuk betina biasanya akan bertanduk kecil atau tidak bertanduk hingga bentuk telinganya yang kecil rumpung dengan panjang 12 bulan, nah luasan lantai disarankan sekitar 10 m2 atau rata-rata 1 m2/ JugaMengenal Perbedaan Domba dan Kambing. Apa Saja ?Tips Cara Ternak Domba & Jenis Kandang Modern SimpleMengenal Makanan Viral Sei Sapi & Resep Sei SapiKandang IndividualNah jenis kandang yang kedua ini akan disekat-sekat hingga tiap sekat akan berisi satu ekor ternak saja, maka setiap sekat kandang akan berukuran 0,75 m x 1,4 m atau 0,7 m x 1,5 m. dan pada umumnya ini akan digunakan untuk lebih fokus dalam masa pembesaran agar mereka lebih cepat karena itu, kandang akan dibuat berukuran sempit hingga dapat meminimalkan gerakan ternak relatif akan lebih sedikit agar perkembangan ternak menjadi lebih cepat dan tidak energinya yang banyak Beranak dan MenyusuiJenis kandang terakhir ini khusus beranak dan menyusui ialah kandang yang dikhususkan untuk induk yang baru saja melahirkan dan menyusui anaknya, sehingga masing-masing induk yang mempunyai anak sebelum umur satu bulan dan sebaiknya tidak dicampur dengan induk yang beranak lainnyan dalam satu untuk ukuran paling tidak berukuran 1,5-2 x 1 m2 tapi khusus untuk induk yang mempunyai anak berumur lebih dari satu bulan, sebenarnya sudah bisa digabung dengan 2-4 ekor induk dalam satu kandang koloni dan jika ada 4empat ekor induk dengan 6enam ekor maka memerlukan luasan lantai kandang hingga 7-8,5 penjelasan singkat mengenai domba Garut ini yang wajib diketahui apalagi untuk yang baru memulai prospek bisnis yang satu ini, selain itu penjelasan diatas juga terdapat daftar harga yang bisa dijadikan bahan referensi dan harga tersebut sewaktu-waktu bisa saja mengalami perubahan. Ciri Domba Garut Domba Priayangan Asli Jawa Barat SPESIFIKASI TERNAK DOMBA GARUT Ciri domba garut adalah mempunyai ciri khas tersendiri, sebagai domba penghasil daging dan domba untuk adu ketangkasan untuk daerah Garut. Bedasarkan pendapat para oleh ahli domba seperti Bpk. Prof. Didi Atmadilaga dan Bpk. Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut adalah hasil persilangan dan perkawinan antara jenis domba lokal yang ada Indonesia, domba ekor gemuk, dan domba merino yg dibentuk kira-kira sekitar pada pertengahan abad ke-19 atau sekitar pada tahun1854 yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut. Selanjutnya sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926 Domba Garut sudah menampakkan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengandomba lokal dan bentuk tanduk yg besar dan melingkar diturunkan dari Domba merino, namun domba merino tidak mempunyai “insting” beradu. Domba garut mempunyai bobot bisa mencapai 40kg sampai 80 kg. Menurut pendapat beberapa para ahli, bahwa Domba Garut selain mempunyai keistimewaan juga sebagai penghasil daging yang sangat baik dalam upaya meningkatkan produksi ternak domba. Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam perdagangannya dan paling cocok serta menarik perhatian banyak masyarakat, sangat mudah untuk dipelihara oleh peternak kecil karena lebih mudah dalam merawatnya dan lebih cepat untuk dipanen. Banyak sifat yang penting bernilai ekonomi pada domba seperti laju pertumbuhan, komposisi atau ukuran tubuh, ketahanan penyakit dan karakteristik wol adalah multigenic atau dikontrol oleh beberapa gen di alam Zaid et al. 1999. Selama ini seleksi pejantan untuk berbagai sifat kuantitatif bobot badan dan kualitas karkas pada ternak masih dilakukan secara konvensional, yaitu melalui program seleksi sifat-sifat fenotipik yang pada umumnyakurang efektif karena memerlukan jumlah ternak yang banyak dan memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan pejantan unggul. Kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi yang cepat di bidang genetika molekuler dengan dilengkapinya genomdomba dari waktu ke waktu Crawford et al, 1995; Maddox et al, 2001, 2002diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada kemaujan dan perkembangan dunia peternakan khususnya pada program pemuliabiakan domba lokal seperti Domba Garut. Studi pemetakan quantitative trait loci QTL untuk sifat produksi, ciri ciri domba garut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan pada domba hasil silang balik backcross antara domba Merino dan Ekor tipis Garut telah ditentukan keberadaannya, yaitu terletak pada kromosom 18 Margawati, 2005. Lokasi QTL sifat pertumbuhan pada kromosom 18 tersebut diperkirakan terletak antara penciri DNA CSSM18 107,1cM dan TMR1124,8cM. Sejarah Domba Garut Domba Garut seperti namanya adalah domba yang berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan, Propinsi Jawa Barat, Selanjutnya berkembang dan sekarang telah menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Untuk memperoleh bibit Domba Garut yang baik dan unggul harus dimulai dari betina yang kualitasnya sangat bagus, pejantan dari keturunan Domba Garut memiliki kwualiatas yang baik pula. Para ahli domba yang memelihara Domba Garut mempunyai sifat dankarakter yg berbeda dalam merawat dan memeliharanya mulai dari anakan sampai dewasa siap tanding atau untuk daging. Biasanya masyarakat garut memilih Anak Domba Garut untuk dijadikan domba tangkas harus diberikan latihan beradu dan berlaga di lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan mempunyai nilai seni di lapangan saat bertanding dan enak dipandang saat berlaga, yakni mengenai langkah mundur dan langkah maju atau tubrukannya tidak baik. Sampai Saat ini Domba Garut tetap memiliki nilai seni yang sangat digemari dan merupakan ternak kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Domba Garut mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan dan dibudidayakan sebagai sumber daging dibandingkan domba lokal atau bangsa domba lain yang ada di Indonesia dan memiliki keunggulan unik khas yang bisa dijadikan daya tarik parawisata daerah di Jawa Barat. Ciri Ciri Domba Garut Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi panjang. Bulunya panjang dan kasar Tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar, ini adalah modal utama dalam seni ketangkasan domba. Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan bervariasi, badan padat, agresivitasnya tinggi sehingga memilki temperamen yang indah dan unik. Domba Garut mempunyai ciri khas yaitu pada pangkal ekornya kelihatan dan tampak agak lebar dengan ujung runcing dan pendek, dahi sedikit lebar. Kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil, tanduk besar dan melingkar ke belakang. Bobot badan domba Garut jantan dapat mencapai lebih dari 60kg, sedangkan dombabetina tanpa tanduk, dengan bobot badan dapat mencapai 30kg. Domba garut, baik jantan maupun betina merupakan domba tipe penghasil daging. Domba Garut jantan sering dipakai untuk domba aduan fighting art, sebab memiliki leher yang kuat dan kokoh. Domba garut jantan juga mempunyai tampilan tanduknya yang besar dan melingkar seperti pada domba Merino jantan, warna bulu putin, coklat hitam, atau campuran. Pada domba garut yang betina tidak bertanduk, telinga bervariasi dari yang pendek sampai yang panjang dan memiliki warna bulu yang beraneka ragam. Domba Garut mempunyai telinga sangat kecil atau diistilahkan “rumpung”, baik pada jantan maupun betina. Daerah sebaran domba Garut kebanyakan di Jawa Barat. Domba Garut ada yang menyebut sebagai domba Priyangan yang merupakan aset plasma nutfah Jawa Barat. Domba Garut banyak kita dijumpai mempunyai daun telinga rumpung, sedangkan yang memiliki daun telinga panjang dikenal dengan domba “BONGKOR”. ISTILAH KHUSUS DOMBA GARUT Adeg-adeg yaitu Kesesuaian postur tubuh mulai dari badan sampai kaki atau bentuk umum performa fisik yang dinilai dari fostur kekokohan badan, leher dn kepala, jingjingan bentuk, ukuran dan letak tanduk, ules bentuk di raut muka. Baracak yaitu Kombinasi warna kulit domba dengan dominasi hitam atau abu-abu dan bercak-bercak kecil putih yang tidak teratur pada sekujur atau sebagian tubuhnya. Baralak yaitu Jenis bulu domba yang mirip dengan bercak yang ukurannya lebih besar. CATUR BANGGA DOMBA GARUT Ules Beungeut Kasep, ngamenak dan ngaules Mata Kupa Telinga Rumpung, rumpung sapotong, ngadaun hiris dan ngadaun nangka saeutik Tanduk Nagbendo, golong tambang, setengah gayor, gayor, leang-leang sogong Kualitas Tanduk Poslen, waja, beusi, gebog Warna Bulu Sambung, riben sebak, belang sapi, macan, jog-jog, laken, baracak, monyet, kunyuk, Lunglum, perak, bodas apu, jogja dan riben mencenges Ekor Ngabuntut beurit, ngabuntut bagong dan ngadaun waru Kanjut/ Scrotum Laer, ngarandu dan ngajantung Kaki Mancuh, kuda, regang waru, meureup ucing. Terima Kasih Telah membaca artikel ciri domba garut, jika artikel ini bermanfaat, mohon di-share ya..

ciri ciri domba garut betina yang bagus